Gejala intoleransi laktosa meliputi perut kembung, mual, dan diare setelah mengonsumsi produk susu. Karena susu UHT memiliki kandungan laktosa lebih tinggi dibandingkan susu kental manis, risiko munculnya gejala intoleransi memang lebih besar pada konsumsi susu UHT.
Namun para ahli mengingatkan agar intoleransi laktosa tidak dijadikan alasan untuk mengonsumsi susu kental manis sebagai pengganti. “Jangan memaksakan konsumsi susu jika tubuh menunjukkan tanda intoleransi. Konsultasikan dengan dokter untuk mencari alternatif sumber nutrisi yang sesuai,” saran Dr. Vito.
Susu Pasteurisasi sebagai Alternatif
Selain UHT, terdapat pula pilihan susu pasteurisasi yang diproses dengan pemanasan pada suhu lebih rendah sehingga beberapa kandungan protein hewani lebih terjaga. Produk ini biasanya tersimpan di lemari pendingin supermarket dan memiliki masa simpan lebih pendek.
“Susu pasteurisasi bisa menjadi pilihan yang baik jika tujuan konsumsi adalah mendapatkan protein hewani maksimal, meskipun harus segera dikonsumsi dan disimpan di suhu rendah,” papar Dr. Maya.

Tinggalkan Balasan