Tak hanya berdampak pada kebugaran, bangun pagi turut berkontribusi pada kesehatan kulit. Waktu luang di pagi hari memungkinkan seseorang menjalani rutinitas perawatan kulit secara lebih teratur, termasuk memanfaatkan paparan sinar matahari pagi yang bermanfaat bagi regenerasi kulit.

Dari sisi produktivitas, pagi hari dinilai sebagai waktu ketika pikiran berada dalam kondisi paling jernih. Kemampuan fokus meningkat, gangguan berkurang, dan pekerjaan pun terasa lebih mudah diselesaikan. Hal ini erat kaitannya pula dengan manfaat kelima, yakni peningkatan konsentrasi. Otak membutuhkan waktu untuk benar-benar “terjaga” sepenuhnya, dan bangun lebih awal memberikan jeda yang cukup agar pikiran siap beraktivitas secara optimal.

Penelitian yang dilakukan oleh Biss dan Hazer pada 2012 menunjukkan bahwa kelompok lansia yang terbiasa bangun pagi cenderung memiliki suasana hati lebih positif dibandingkan kelompok usia muda yang gemar tidur larut. Bangun pagi dinilai mampu menekan kadar stres karena memberi seseorang waktu lebih untuk bersiap, sehingga terhindar dari tekanan akibat terburu-buru atau terjebak kemacetan yang kerap memicu lonjakan hormon kortisol — hormon stres yang bila dibiarkan terus-menerus dapat merugikan kesehatan secara keseluruhan.

Manfaat terakhir yang tak kalah penting adalah peningkatan kualitas tidur itu sendiri. Dengan membiasakan bangun pagi, seseorang secara alami akan terdorong untuk tidur lebih awal, memutus siklus begadang, dan memberi tubuh istirahat yang cukup. Pola tidur yang teratur ini juga berkontribusi dalam menurunkan risiko gangguan mental seperti insomnia dan stres kronis.