Selain Al-Fatihah, ayat-ayat lain yang berkaitan dengan kondisi spesifik juga dapat diamalkan. Untuk urusan kehamilan misalnya, terdapat ayat-ayat dalam surat Ali Imran, Maryam, dan Al-Mu’minun yang relevan. Masing-masing kondisi memiliki pendekatan tersendiri yang perlu digali secara mendalam.

Yang tidak kalah penting adalah pemahaman bahwa syifa Al-Qur’an tidak berdiri sendiri tanpa ikhtiar. Ketika seseorang meminta Nabi SAW untuk berdoa menyembuhkannya secara langsung, Nabi justru menjawab dengan elegan: “Pergilah ke dokter.” Ini adalah isyarat tegas bahwa kesembuhan dititipkan Allah melalui tangan para ahlinya.

Doa dan ikhtiar medis berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Idealnya, para tenaga medis pun diharapkan mampu mengintegrasikan pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dalam bidang spesialisasi mereka masing-masing, sehingga pendekatan holistik antara ilmu kedokteran dan petunjuk ilahi dapat terwujud secara nyata dalam praktik penyembuhan.