Risiko Kesehatan Lainnya
Selain memperlambat pencernaan, konsumsi air dingin saat perut kosong juga memicu sejumlah risiko kesehatan lain:
- Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh – Air dingin meningkatkan produksi lendir berlebihan di tenggorokan, yang menurunkan fungsi pertahanan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan radang tenggorokan.
- Memicu Sakit Kepala – Air dingin merangsang saraf vagus yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Aliran darah ke otak melambat dan memicu sakit kepala atau migrain sesaat, meskipun biasanya akan normal kembali setelah tubuh beradaptasi.
- Memperlambat Detak Jantung – Stimulasi saraf vagus akibat air dingin juga dapat menurunkan detak jantung. Meski efek ini bisa dimanfaatkan sebagai pertolongan pertama bagi penderita jantung berdebar, konsumsi rutin saat berbuka tetap tidak dianjurkan.
Air Hangat, Pilihan Terbaik Berbuka Puasa
Dr. Feni merekomendasikan agar umat Muslim memulai berbuka dengan air hangat atau minimal air bersuhu ruangan. “Air hangat tidak membuat sistem pencernaan kaget. Beberapa penelitian membuktikan air hangat merangsang pergerakan usus sehingga proses pencernaan lebih optimal. Pembuluh darah juga melebar, membuat aliran darah lebih lancar,” paparnya.
Setelah minum air hangat, baru kemudian boleh mengonsumsi minuman dingin favorit seperti es buah atau es cendol. “Jangan langsung air es dengan banyak es batu. Beri jeda agar tubuh tidak kaget,” tambah dokter Feni.
RADIO SUARA BERSATU FM
Halaman

Tinggalkan Balasan