PUNGGAWALIFE, Asam urat merupakan salah satu jenis penyakit radang sendi yang ditandai dengan nyeri hebat pada persendian yang muncul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung lama. Kondisi ini sering disertai pembengkakan, kemerahan, serta rasa hangat di area sendi yang terdampak. Penyakit asam urat terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di sendi, yang umumnya disebabkan oleh kadar asam urat dalam darah yang terlalu tinggi.

Asam urat sendiri merupakan hasil pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sebenarnya diproduksi secara alami oleh tubuh, namun juga banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman. Dalam kondisi normal, asam urat akan diproses oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urin. Namun, jika produksinya berlebihan atau fungsi ginjal terganggu, asam urat akan menumpuk dan memicu peradangan.

Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, asam urat dapat dikendalikan melalui pengelolaan gaya hidup dan pola makan. Salah satu langkah penting adalah menghindari makanan yang tinggi purin. Berikut sembilan makanan pantangan asam urat yang sebaiknya dibatasi atau dihindari.

1. Jeroan

Jeroan seperti hati, ginjal, usus, babat, dan otak mengandung purin dalam jumlah sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan daging otot. Konsumsi jeroan dapat meningkatkan kadar asam urat secara signifikan, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat. Sebagai alternatif, pilih sumber protein rendah purin seperti daging tanpa lemak atau protein nabati.

2. Daging Merah

Daging merah seperti sapi, domba, dan kambing merupakan sumber purin yang cukup tinggi. Daging kambing diketahui mengandung purin paling tinggi dibandingkan jenis daging merah lainnya. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat, sehingga dianjurkan untuk membatasi asupannya. Pilihan protein yang lebih aman antara lain ayam tanpa kulit, ikan tertentu, atau produk susu rendah lemak.

3. Makanan Laut (Seafood)

Beberapa jenis seafood seperti udang, kerang, kepiting, lobster, teri, dan sarden termasuk makanan tinggi purin. Bahkan, beberapa di antaranya mengandung purin lebih tinggi daripada daging merah. Meski kaya nutrisi, konsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan asam urat. Jika ingin mengonsumsi ikan, pilih jenis yang relatif lebih rendah purin seperti salmon.

4. Makanan Olahan dan Cepat Saji

Makanan olahan dan cepat saji umumnya tinggi garam, gula, serta lemak jenuh, namun rendah nilai gizi. Kandungan tersebut dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi asam urat. Contohnya sosis, nugget, kentang goreng, dan camilan kemasan. Sebaiknya, konsumsi makanan segar yang diolah sendiri di rumah.

5. Makanan Mengandung Ragi

Makanan yang mengandung ragi seperti roti, tape, dan beberapa jenis kue dapat meningkatkan kadar purin dalam tubuh. Purin tersebut kemudian diubah menjadi asam urat. Sebagai alternatif, pilih roti atau kue tanpa ragi atau berbahan dasar gandum utuh.

6. Ikan Kering dan Olahan Ikan

Ikan asin, teri kering, serta ikan kalengan seperti tuna mengandung purin sangat tinggi. Proses pengawetan membuat kadar purin menjadi lebih pekat. Jenis makanan ini termasuk kategori sangat tinggi purin dan menjadi pantangan bagi penderita asam urat.

7. Durian dan Buah Olahan

Durian mengandung senyawa purin yang dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Selain durian, buah kalengan atau buah yang diawetkan dengan tambahan gula juga sebaiknya dihindari. Pilih buah segar yang rendah purin seperti ceri, apel, dan pisang.

8. Sayuran Tertentu

Beberapa sayuran seperti bayam, kembang kol, asparagus, kacang polong, dan jamur mengandung purin dalam jumlah sedang. Meski purin dari sayuran umumnya tidak terlalu berisiko, konsumsi berlebihan tetap perlu dibatasi, terutama bagi penderita asam urat yang sensitif.

9. Kacang-Kacangan dan Olahannya

Kacang kedelai, kacang polong, serta produk olahannya seperti tahu dan tempe mengandung purin tingkat sedang. Pada sebagian orang yang sangat sensitif terhadap asam urat, konsumsi berlebihan dapat memicu kekambuhan. Oleh karena itu, tetap disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar.

Tips Tambahan untuk Penderita Asam Urat

Selain menghindari makanan pantangan, penderita asam urat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga untuk menjaga metabolisme tubuh dan kadar asam urat tetap stabil. Memperbanyak minum air putih juga sangat penting untuk membantu ginjal mengeluarkan asam urat melalui urin.

Dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, kadar asam urat dapat dikendalikan sehingga risiko kekambuhan dapat diminimalkan.

RADIO SUARA BERSATU FM